=====================================
==========================
========================================
you want another language?

Saturday, June 27, 2009

Mari kita ke Vietnam

Ernah senja, tiba di Saigon, Vietnam, yang sekarang terkenal dengan Ho Chi Minh City, setelah melewati perjalanan panjang dengan bus eksklusif selama kurang lebih 6 – 7 jam dari kota Phnom Penh, Kamboja. Jalan jalan di kota Saigon ramai dengan para pekerja pengendara sepeda pulang dari bekerja. Bus kita akan berhenti di pusat kota, dan kemudian pergi mencari tempat penginapan disekitar itu. Kita menemukan rumah tumpangan dengan kamarnya yang besar dan bersih dengan sewa semalam per kamar Cuma 8 dollar US. Dengan dua buah tempat tidur besar bertilamkan seprei bludru dimana masing masing tempat tidur besar berukuran 2 orang, berarti kamar keluarga yang hanya ditempati oleh kami berdua terasa sangat luas. Kamar tidur, yang diperlengkapi dengan TV kabel dengan berbagai saluran manca negara, kamar mandi air panas-dingin dengan ruangan ber AC, dan air minum tersedia gratis satu botol raksasa, membuat sewa 8 dollar US di pusat kota terkesan amat murah, walaupun suasana jalanan di luar agak hiruk pikuk di waktu malam. Kita jalan jalan disepanjang taman taman di pusat kota yang terkesan indah dan terawat rapih. ingat, bahwa Vietnam pernah dijajah oleh Perancis, maka tak mengherankan apabila pengaruh budaya Eropa terkesan kuat disana sini yang langsung terpantul dari keindahan taman taman nya. Negara yang pernah diserang tanpa belas kasihan oleh Amerika Serikat ini tidak menampak kan tanda tanda kesedihan di masa lampau. Banyak nya hotel hotel mewah yang berdiri megah di seantero kota, bangunan dicat berwarna warni menarik, taman taman kota indah terawat, jalan jalan yang relatif bersih, kesemuanya ini menunjukkan bahwa Vietnam mampu menunjukkan pembangunan yang cepat melaju dan dengan segera mengejar ketinggalan untuk siap bersaing dengan negara negara ASEAN lain nya yang telah mapan. Di tengah kota Saigon yang modern itu, terlihat becak sempit yang hanya boleh diduduki oleh satu orang dewasa, menambah keunikan kota itu dalam menarik perhatian kaum turis. Kota Ho Chi Minh kelihatan hidup diwaktu malam dengan lampu lampu nya yang gemerlapan menghapuskan pemikiran kita yang keliru tentang kemajuan negara Vietnam yang berkembang dengan sangat cepat. Di sana sini banyak terlihat para turis bule diselingi dengan orang orang dari Africa yang asyk bercengkerama dengan anak anak kecil Vietnam di taman taman di malam hari. Bus eksklusif yang kita tumpangi pulang pergi dari Kamboja ke Vietnam itu terasa amat nyaman dan kita tidak merasa letih untuk perjalanan yang panjang. Nilai lebih yang ditunjukkan oleh para petugas imigrasi Vietnam yang ramah dan bekerja cepat melayani para penumpang bus.
Bersambung..............


Lying on the eastern part of the Indochinese peninsula, Vietnam is a strip of land shaped like the letter S. China borders it to the north, Laos and Cambodia to the west, the East Sea to the east and the Pacific Ocean to the east and south.

Video brought to you by Travelindex TV, the destination travel channel at http://www.travelindex.com/videos/

Useful Links:
http://www.travelindex.com
http://www.destinationvietnam.org
http://www.bestdestination.com
http://www.destinationchannel.com
http://www.tourismfoundation.org
Category: Travel & Events

2 comments: