=====================================
==========================
========================================
you want another language?

Saturday, June 27, 2009

Mari ke Spanyol

Pagi yang cerah menyeberangi selat Gibraltar dengan kapal laut yang bertolak dari Algeciras, kota di sebelah selatan Spanyol, menuju Tanger kota kecil di pantai utara Morocco. Sore hari, kapal yang ditumpangi berlabuh di Tanger, dan segera mencari penginapan di kota itu. Akhirnya mendapatkan hotel berbintang dua standar Morocco yang bangunan nya terlihat kurang menarik. Sepintas melihat bahwa kehidupan masyarakat di Tanger cukup keras. Banyak melihat hal hal yang kontras disini, seperti keadaan rumah rumah penduduk yang tampak kurang terpelihara, namun disisi lain, hotel hotel menjulang megah berdiri disepanjang pantai Tanger yang berpasir putih itu. Disatu sisi penduduk Morocco yang sebagian besar beragama Islam dengan kaum wanita nya yang menggunakan cadar muka mengikuti peraturan agama yang ketat, namun disisi lain, di Negara Muslim ini pria pria dewasa bangsa kulit putih bergandengan tangan dengan gadis gadis Morocco yang masih sangat belia dengan cadar muka ber jalan jalan ditepi pantai di malam hari. Morocco adalah salah satu jajahan Perancis, pengaruh Perancis terlihat jelas disini dimana banyak restoran menghidangkan masakan Perancis. Pagi hari terlihat pria pria Morocco berjalan kaki sambil membawa roti panjang seperti pentungan yang sering disebut ‘baguette’, seperti lazim nya terlihat di jalan jalan di kota Paris. Masyarakat Morocco rata rata fasih berbahasa Perancis. Negara negara bekas jajahan Perancis, rata rata penduduk nya lancar berbicara bahasa Perancis. Di Hanoi, Vietnam, kami pernah melihat ada sekolah resmi yang menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa pengantar. Bagaimana dengan Indonesia yang pernah dijajah Belanda selama hampir tiga setengah abad, apakah masyarakat kita sekarang masih paham dengan bahasa Belanda ? Tidak banyak yang dapat dilihat di Tanger selain padang pasir yang tandus belaka. Ada stasiun kereta api dimana kita dapat naik kereta api menuju Marakesh, ibu kota Morocco.

Bersambung………



József Attila: Tiszta szívvel Antonio Banderas spanyol nyelvű előadásában - Friderikusz show
József Attila: Tiszta szívvel
Antonio Banderas spanyol nyelvű előadásában - Friderikusz show
Category: People & Blogs
Tags:
Antonio Banderas Tiszta szívvel

No comments:

Post a Comment